Archive for the ‘Religion’ Category

NATAL

Monday, December 25th, 2006

Skompas_5 Natal
Aku tertarik dengan gambar pohon Natal yang dibuat harian Kompas.
Bedakan dengan pohon Natal yang penuh ornamen,lampu2 menyala riang,di mall2 dan hadiah2 yang begitu banyak.
Bagi2 kado,plesir eh holiday..,
Sekedar ke gereja hanya sebagai ritual saja.
Minum "cap tikus" ah sekali setahun kok.

Kisah kelahiran Yesus, sesungguhnya menyedihkan. Tak ada tempat bagi Dia untuk sekedar lahir dalam dunia ini waktu itu,semuanya menolak,uh tega banget…ada ada memang. .tapi kandang hewan,tempat makan hewan menjadi tempat tidurNya. _tanah_longsor Apakah mewah?
Lihatlah betapa Kasih yang besar itu kita tolak.
Sekarang tentu masih adakah "Kelahiran" Yesus dalam sisi hati nuranimu?
Bencana yang kita saksikan itu sebuah teguranNya untuk kita..yang jumawa.
Ok Lihatlah wajah kesedihan mereka yang dilanda bencana,dan keterpurukan.M05010554_2
Saya tidak bermaksud anda untuk turun menjadi penolong dadakan, tapi andakan lebih beruntung dari mereka.? Yang renungkankah Kasih itu, itu saja..
Ingat..
Tangisan pertama bayi Yesus dikandang yang hina, adalah juga teriakan tangisan yang terakhir Yesus ketika menderita di kayu salib yang hina.."..Ampunilah mereka ya Bapa".
Yah tangisan, penuh KASIH.
Natal, natal akan usai..Joy to the World<a

Selamat Natal

GANDHI 2

Saturday, October 21st, 2006

Mahatma Gandhi pernah berkata pada seorang
penjaga gereja di London ketika dia mengambil sekolah hukum disana.
Waktu itu dia tidak diperkenankan oleh penjaga geraja itu masuk
kedalam gereja, karena tanpanya Gandhi bukan orang Kristen.

"Seandainya Dia tahu aku, pasti Dia akan mempersilahkan aku masuk,
karena aku cuma ingin melihat wajahNya dalam gereja kamu.
Karena aku tau Orang itu mengetahui keberadaanku,,seperti
aku tahu Dia mengasihiku.."

sang Kaisar

Monday, September 18th, 2006

NAPOLEON BONEPARTE

Ketika Napoleon sang Kaisar Perancis menghabiskan masa akhirnya
di pembuangan Pulau Elba.
Dia berkata : "Aku telah membunuh ribuan orang dengan pedang dan
senjataku dengan Darah mereka sendiri.  Tapi orang itu menghidupkan orang
dengan Kasih dan Mahkota dengan DarahNya sendiri. "  Sambil sang Napoleon memandang
lirih salib Kristus didinding tembok penjara.

NB:SEJARAH TUMPAAN ada di  Archive agustus 2006

The Prayer grandpa PATRICO

Sunday, September 10th, 2006

Ada seorang anak bernama Patrico,dia selalu rajin masuk kesekolah Minggu
pagi-pagi sekali ia telah berada dibangku paling depan gereja.Dan
dia selalu berdoa :"Yesus,sahabatku yang baik inilah aku Patrico"
Ketika dia telah remaja,dia mengikuti kebaktian selalu.Dan doa itu dia
ucapkan lagi:"Yesus sahabatku yang baik,inilah aku Patrico"
Ketika ia telah dewasa dan memiliki isteri dan anak serta karier,ketika datang di
gereja dia masih suka berdoa itu lagi :"Yesus sahabatku yang baik,inilah aku Patrico"

Dan diwaktu ia telah tua, ia masih rajin kegereja, walaupun kadang jalannya terseok-seok
dibantu cucunya yang baik sang kakek Patrico masih saja berdoa:"Yesus sahabatku yang baik,inilah aku Patrico"
Dan ketika dia sudah tidak bisa berbuat apa2 bahkan berdoa saja mulutnya sudah tidak bisa bersuara,hanya dalam hati.
Dia samar2 namun jelas mendengar suara yang merdu dan manis, berkata :"PATRICO sahabatku yang baik, inilah aku YESUS"

SAGKAR BURUNG KOSONG

Tuesday, August 22nd, 2006

Ada seorang bernama George Thomas di kota kecil
New England. Pada hari Paskah pagi, ia bersiap
mempersembahkan misa di suatu tempat agak jauh dari
kota. Ia membawa sebuah sangkar burung kosong yang
sudah reyot,kotor tak terurus, dan menempatkannya di
dekat altar.
Alis umatnya mulai terangkat, dan mereka mulai
bertanya-tanya. Dalam kotbahnya Sang Pastor mulai
menjelaskan Tentang sangkar burung tersebut.

Dalam perjalanan saya ke sini tadi, saya bertemu
dengan seorang anak kecil melangkah berlenggang sambil
mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dalamnya
terdapat 3 ekor anak burung liar, meringkuk kedinginan
dan ketakutan.
Saya berhenti dan bertanya kepada anak tersebut:
Apa yang kamu bawa, anakku?? Jawab anak itu: Ah, cuma
burung-burung kecil? Apa yang akan kamu lakukan
terhadap burung-burung kecil itu?? Akan saya bawa
pulang dan saya pakai mainan. Saya suka mencabuti
bulunya, dan pasti mereka akan ribut kesakitan.
Ramai. Pasti ramai dan menyenangkan. Ya, tapi kan cuma
sebentar. Burungnya kecil, pasti bulunya cepat habis.
Lalu kalau sudah habis, mau kamu apakan lagi??
Saya punya dua ekor kucing di rumah. Mereka sangat
suka makan burung. Apalagi burung kecil begini. Lucu
kan melihat burung-burung yang sudah tidak berbulu
mencoba menghindar dari kucing. Tapi pasti kucingku
akan dapat memakan mereka dengan mudah?

Saya terdiam sesaat, lalu saya tanyakan pada anak itu
lagi: Anakku, bolehkah saya beli burung-burung itu??
Anak tersebut menatap saya dengan tercengang, lalu
jawabnya: Bapak jangan main-main.
Siapa yang mau burung liar begini??

Berapa??

Bapak, burung ini liar, tidak dapat bernyanyi,tidak
indah. Ini burung biasa, tidak ada istimewanya.
Apa menariknya untuk Bapak??

Berapa??

Si Anak memandang saya dengan tajam, lalu sambil
tersenyum menantang katanya: Sepuluh dollar?

Saya uluran uang sepuluh dolar kepadanya, dan ia-pun
lalu meninggalkan sangkar burungnya dan segera lari
menghilang sambil berteriak-teriak kegirangan.

Saya lalu melanjutkan perjalanan ke sini.

Sesampai di suatu tempat yang agak rimbun, banyak
pohon dan perdu, saya berhenti lagi, dan saya lepaskan
ketiga anak burung tadi.

Nah sampai disini, jelaslah sudah hal ikhwal
Kandang burung yang diletakkan di atas latar ini. ?
Kemudian Sang Pastor melanjutkan kotbahnya sebagai
berikut:

Suatu hari, Setan dan Yesus ngobrol berdua.
Setan baru saja dating dari Taman Eden dan lalu
menyombongkan diri, katanya:

Yesus, aku baru saja menguasai sebuah dunia yang
penuh dengan manusia.

Aku sudah siapkan berbagai bujukan bagi mereka dan
pasti mereka tidak akan dapat menghindar.
Pasti mereka akan termakan dengan segala tipu
dayaku.?

Tanya Yesus kepadanya:
Akan kau apakan mereka??

"Pokoknya aku akan menikmati semuanya. Pasti
mengasyikkan. Aku akan membujuk mereka supaya kawin
cerai, saling selingkuh, saling membenci, saling
mencederai dan saling bunuh.
Aku akan membujuk mereka untuk menjadi pemabuk,
perokok, saling caci, saling hujat.
Aku akan membantu mereka untuk menemukan dan merakit
bom agar lebih mudah bagi mereka untuk saling bunuh.

Terus, kalau sudah begitu, apa yang akan kamu
lakukan??
kata Yesus sabar.

Aku akan binasakan mereka !

Berapa yang kamu minta untuk menebus mereka? ?
tanya Yesus.

Jangan bercanda.

Kamu tidak akan suka mereka, Yesus. Mereka itu tidak
baik. Kenapa kamu tertarik dengan mereka?
Aku yakin mereka akan membenci kamu! Mereka akan
meludahi kamu, mencercamu, dan bahkan akan membunuhmu.
Yakinlah, kamu tidak akan tertarik dengan mereka.

Berapa??
tanya Yesus lagi, lebih mendesak

Setan menatap Yesus tajam lalu katanya sinis: Murah,
cuma cukup air matamu dan darahmu?

DAN YESUSPUN MEMBAYARNYA TUNAI.

Sang Pastorpun mengakhiri kotbahnya.

RENUNGAN :

Lucu ya, mudah sekali manusia membuang Tuhannya bagai
sampah,
tapi
kemudian bertanya mengapa dunia menjadi begitu
menakutkan tak terkendali.

Lucu ya kita mudah skali percaya dgn bacaan yg
ditulis koran, tapi kita selalu meragukan apa yang
tertulis dalam Alkitab.

Lucu ya, semua orang ingin masuk surga, Tapi mereka
tidak mempercayai, tidak memikirkan, mewartakan
ataupun melaksanakan apa yang dikatakan oleh Alkitab.
Apakah dunia ini sudah separah itu?

Lucu ya, kita dengan mudah mengatakan:
Aku percaya kepada Allah
tapi kita tetap mengikuti setan, yang notabene juga
percaya kepada Tuhan.

Lucu ya, kita dengan gampang sekali mengirim dan
memforward lelucon-lelucon sekejab tersebar luas bagai
api, tetapi jika mengenai Tuhan, kita berpikir beratus
kali sebelum menekan tombol send.

Lucu ya, pembicaraan-pembicaraan mengenai hal-hal yang
vulgar, kasar, keras, jorok, begitu mudah tersebar
terbuka di cyberspace, tetapi diskusi mengenai Jesus
sangat dibatasi, bahkan di sekolah maupun di tempat
kerja.

Lucu ya, kita bisa begitu bersemangat dan berapi-api
memuliakan Tuhan pada hari Minggu, Tetapi pada
hari-hari kerja kita menjadi pengikut Kristus yang
tersembunyi.

Lucu ya, ketika hendak memforward mail inipun, kita
akan menyeleksi lagi mailing-list kita, Karena takut
dan tidak yakin akan reaksi teman-teman kita.

Lucu ya, kita sibuk memikirkan apa nanti reaksi orang,
tapi kita lupa memikirkan apa yang Tuhan pikirkan
tentang kita.

Lucu ya….

think about it =)