mY PAPA

My ‘Pa

Papi_1_2 Tak banyak aku tahu,tentang dia
Tak pernah senyuman indah
dari dia
Yang ku tau..
Kakekku pernah bercerita:
Dulu kakekku berdagang ikan laut,karena
kakekku mempunyai pukat yg besar.
My Pa,Om Ben,Tante Aneke disuruh menjual ikan
ke semua penduduk di kampung, dgn harapan
mereka dapat belajar mandiri dan tau yang susah
tidak dimanja ,dikemudian hari..uh

Mereka berangkat pagipagi ketika hari libur,
dan berkeliling kampung menjajakan ikan sambil teriak:
"beli ikan,beli ikan masih fresco (belanda=fresh)"
kalo tante An diam saja..yah dia dekatin orang2 saja.

Ketika siang mereka bertiga kembali.
Nampaknya hasil jualan telah habis..he he.
OmBen dengan bangganya menunjukan,bahwa
nyiru tempat ikannya telah kosong berarti
ikannya telah habis terjual,dengan  wang kertas
dan  beberapa gobang receh.Kakek tersenyum memuji..’Hebat kau Ben!". Nenek janjikan membuat "Burder pake Krenten" spesial untuk kamu ,Ben", timpa Nenekku.
Tante Aneke juga begitu,hanya masih ada sisa ikan,
tapi ada wang juga.
(mgkin dia perempuan jadi malu atau apalah..)
Nenekku memakluminya dan membuat dia kue
kelapa kesukaanya.
Kemudian my Pa datang terakhir, dia menujukan
nyirunya telah kosong juga berarti ikannya habis terjual..wuiihh.
‘Hebat ,hebat kau Nic ".kata Kakek.
Tapi ternyata duitnya sedikit sekali,yah hanya segobang receh,dan
tiga lembar wang kertas…???
‘Nico apa yg kamu buat dengan ikan-ikan kamu itu..?"
hadrik kakek:
Terbata bata dia menjawab pada kakekku yang sebegitu
disiplin dan wibawa:
"aku memberikan pada orang yg tinggal di ujung
kampung sana,dan aku tidak mengambil uang
dari mereka, karena mereka begitu miskin dan
tak punya uang, begitu pula dengan tetangga mereka,sama2 ndak punya apa2."
…jangan marah ya Pa?"
Tapi masih dengan amarah kakekku melihat baju dan celananya
..kok aneh,kumal dan ada tambalan dan masih ada sobekan lagi
di pantat aah emang deh..uhh.
"Kenapa lagi kamu,apa yang terjadi Nico.?
Dengan terbata lagi namun kali ini mantap,dia menatap
wajah kakek dengan berani:
Aku juga memberikan baju dan celanaku, pada mereka,
karena mereka juga sangat miskin tak mempunyai
baju dan celana yang layak.
Dari pada aku telanjang pulang
yaah aku memakai baju mereka."  !!!!!!

Ya itulah itulah cerita kakek padaku ketika kecil. Tentang my Pa.

(pada kenyataannya hampir seluruh hidupnya sampai
ia pergi jauh dan jauh dia selalu berbuat kebaikan
dan kebajikan untuk orang lain: ini kata
orang orang banyak padaku,yang pernah merasa kebaikannya,kadang mereka bercerita penuh kebanggan tapi mata mereka berkaca kaca..)

Hmm… aku menuggumu Pa.
berlari  kita berdua disepanjang  pantai Tumpaan
mengejar matahari terbenam,bermerah saga, mendengar kecipak ombak berbuih kecil
mengejar sunset sampai hilang dalam temaram..horinsontal
sampai saat ini ya sampai saat ini.. kerinduanku..menunggumu.

Namun kalau waktu berlalu dan berlalu,,
Aku percaya
kamu malah yang menunggu aku,di seberang sana.
Di Gerbang itu
engkau tersenyum untukku:
"Sam,kamu telah cukup sepi dan bandel marilah bersama Pappi".
Aku percaya
Kakek dn neneku juga disana.
Nenekku menyulam baju bergambar jerapahcoklat
dan kakeku membawa roda dorong dari bambu
bercat putih strip merah.

my kost november ‘06 (review)
ahh kenny g "dying young"

One Response to “mY PAPA”

  1. Riki Andriyatno Sitepu Says:

    Terima kasih atas kisah cerita yg telah disajikan. sungguh, ini merupakan renungan yg sangat menggugah hati dan membuka diri tuk berbuat kebaikan dengan penuh ikhlas. kisah yg sungguh menarik dan bagus sampai-sampai hatiku pun ikut bergetar membacanya. saya mohon jika ada kisah cerita yg baru, lagu atau motivasi berupa video kabari saya melalui email ya….??
    Thanks…..
    Tuhan Memberkati

Leave a Reply