Hari Yang Indah, Bukan??

Saya mengawali hari itu dengan buruk.Saya bangun kesiangan dan terlambat masuk kerja.Semua peristiwa yang terjadi di kantor membuat saya merasa semakin bingung dan kacau. Ketika sampai ditempat perhentian bis untuk pulang perut saya tegang.

Seperti biasa,bus terlambat dan jalanan macet. Saya harus berdiri di bus.Bus itu berjalan dgn tiba2,membuat tubuh saya terguncang.Perasaan saypun jadi murung.

Tiba tiba saya mendengar suara nyaring dari depan bus "Hari yang indah bukan?". karena berjubelnya penumpang,saya tak dpt melihat org itu,tapi saya dpt mendengar suaranya.Ia terus-menerus memberi komentar mengenai pemandangan musim semi, dan menarik perhatian penumpang menyebutkan setiap bangunan penting yang akan dilewati bus.Gereja,taman,pemakaman,gedung pemadam kebakaran… Segera semua penumpang memandang keluar jendela… Keceriaan pria itu menimbulkan pengaruh yang sangat besar sehingga untuk pertamakalinya saya tersenyum hari itu. Kami sampai di tempat tujuan bus berikutnya. Sambil berjalan menuju pintu, saya melihat "pemandu wisata" kami itu: -seorang pria bertubuh gemuk,berjanggut hitam,berkacamata hitam,dan menggunakan tongkat putih kecil.

Barbara Johnson

Diambil dari Embun bagi jiwa. www.renunganharian.com

Leave a Reply