Archive for August, 2006

Hari Yang Indah, Bukan??

Friday, August 25th, 2006

Saya mengawali hari itu dengan buruk.Saya bangun kesiangan dan terlambat masuk kerja.Semua peristiwa yang terjadi di kantor membuat saya merasa semakin bingung dan kacau. Ketika sampai ditempat perhentian bis untuk pulang perut saya tegang.

Seperti biasa,bus terlambat dan jalanan macet. Saya harus berdiri di bus.Bus itu berjalan dgn tiba2,membuat tubuh saya terguncang.Perasaan saypun jadi murung.

Tiba tiba saya mendengar suara nyaring dari depan bus "Hari yang indah bukan?". karena berjubelnya penumpang,saya tak dpt melihat org itu,tapi saya dpt mendengar suaranya.Ia terus-menerus memberi komentar mengenai pemandangan musim semi, dan menarik perhatian penumpang menyebutkan setiap bangunan penting yang akan dilewati bus.Gereja,taman,pemakaman,gedung pemadam kebakaran… Segera semua penumpang memandang keluar jendela… Keceriaan pria itu menimbulkan pengaruh yang sangat besar sehingga untuk pertamakalinya saya tersenyum hari itu. Kami sampai di tempat tujuan bus berikutnya. Sambil berjalan menuju pintu, saya melihat "pemandu wisata" kami itu: -seorang pria bertubuh gemuk,berjanggut hitam,berkacamata hitam,dan menggunakan tongkat putih kecil.

Barbara Johnson

Diambil dari Embun bagi jiwa. www.renunganharian.com

SAGKAR BURUNG KOSONG

Tuesday, August 22nd, 2006

Ada seorang bernama George Thomas di kota kecil
New England. Pada hari Paskah pagi, ia bersiap
mempersembahkan misa di suatu tempat agak jauh dari
kota. Ia membawa sebuah sangkar burung kosong yang
sudah reyot,kotor tak terurus, dan menempatkannya di
dekat altar.
Alis umatnya mulai terangkat, dan mereka mulai
bertanya-tanya. Dalam kotbahnya Sang Pastor mulai
menjelaskan Tentang sangkar burung tersebut.

Dalam perjalanan saya ke sini tadi, saya bertemu
dengan seorang anak kecil melangkah berlenggang sambil
mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dalamnya
terdapat 3 ekor anak burung liar, meringkuk kedinginan
dan ketakutan.
Saya berhenti dan bertanya kepada anak tersebut:
Apa yang kamu bawa, anakku?? Jawab anak itu: Ah, cuma
burung-burung kecil? Apa yang akan kamu lakukan
terhadap burung-burung kecil itu?? Akan saya bawa
pulang dan saya pakai mainan. Saya suka mencabuti
bulunya, dan pasti mereka akan ribut kesakitan.
Ramai. Pasti ramai dan menyenangkan. Ya, tapi kan cuma
sebentar. Burungnya kecil, pasti bulunya cepat habis.
Lalu kalau sudah habis, mau kamu apakan lagi??
Saya punya dua ekor kucing di rumah. Mereka sangat
suka makan burung. Apalagi burung kecil begini. Lucu
kan melihat burung-burung yang sudah tidak berbulu
mencoba menghindar dari kucing. Tapi pasti kucingku
akan dapat memakan mereka dengan mudah?

Saya terdiam sesaat, lalu saya tanyakan pada anak itu
lagi: Anakku, bolehkah saya beli burung-burung itu??
Anak tersebut menatap saya dengan tercengang, lalu
jawabnya: Bapak jangan main-main.
Siapa yang mau burung liar begini??

Berapa??

Bapak, burung ini liar, tidak dapat bernyanyi,tidak
indah. Ini burung biasa, tidak ada istimewanya.
Apa menariknya untuk Bapak??

Berapa??

Si Anak memandang saya dengan tajam, lalu sambil
tersenyum menantang katanya: Sepuluh dollar?

Saya uluran uang sepuluh dolar kepadanya, dan ia-pun
lalu meninggalkan sangkar burungnya dan segera lari
menghilang sambil berteriak-teriak kegirangan.

Saya lalu melanjutkan perjalanan ke sini.

Sesampai di suatu tempat yang agak rimbun, banyak
pohon dan perdu, saya berhenti lagi, dan saya lepaskan
ketiga anak burung tadi.

Nah sampai disini, jelaslah sudah hal ikhwal
Kandang burung yang diletakkan di atas latar ini. ?
Kemudian Sang Pastor melanjutkan kotbahnya sebagai
berikut:

Suatu hari, Setan dan Yesus ngobrol berdua.
Setan baru saja dating dari Taman Eden dan lalu
menyombongkan diri, katanya:

Yesus, aku baru saja menguasai sebuah dunia yang
penuh dengan manusia.

Aku sudah siapkan berbagai bujukan bagi mereka dan
pasti mereka tidak akan dapat menghindar.
Pasti mereka akan termakan dengan segala tipu
dayaku.?

Tanya Yesus kepadanya:
Akan kau apakan mereka??

"Pokoknya aku akan menikmati semuanya. Pasti
mengasyikkan. Aku akan membujuk mereka supaya kawin
cerai, saling selingkuh, saling membenci, saling
mencederai dan saling bunuh.
Aku akan membujuk mereka untuk menjadi pemabuk,
perokok, saling caci, saling hujat.
Aku akan membantu mereka untuk menemukan dan merakit
bom agar lebih mudah bagi mereka untuk saling bunuh.

Terus, kalau sudah begitu, apa yang akan kamu
lakukan??
kata Yesus sabar.

Aku akan binasakan mereka !

Berapa yang kamu minta untuk menebus mereka? ?
tanya Yesus.

Jangan bercanda.

Kamu tidak akan suka mereka, Yesus. Mereka itu tidak
baik. Kenapa kamu tertarik dengan mereka?
Aku yakin mereka akan membenci kamu! Mereka akan
meludahi kamu, mencercamu, dan bahkan akan membunuhmu.
Yakinlah, kamu tidak akan tertarik dengan mereka.

Berapa??
tanya Yesus lagi, lebih mendesak

Setan menatap Yesus tajam lalu katanya sinis: Murah,
cuma cukup air matamu dan darahmu?

DAN YESUSPUN MEMBAYARNYA TUNAI.

Sang Pastorpun mengakhiri kotbahnya.

RENUNGAN :

Lucu ya, mudah sekali manusia membuang Tuhannya bagai
sampah,
tapi
kemudian bertanya mengapa dunia menjadi begitu
menakutkan tak terkendali.

Lucu ya kita mudah skali percaya dgn bacaan yg
ditulis koran, tapi kita selalu meragukan apa yang
tertulis dalam Alkitab.

Lucu ya, semua orang ingin masuk surga, Tapi mereka
tidak mempercayai, tidak memikirkan, mewartakan
ataupun melaksanakan apa yang dikatakan oleh Alkitab.
Apakah dunia ini sudah separah itu?

Lucu ya, kita dengan mudah mengatakan:
Aku percaya kepada Allah
tapi kita tetap mengikuti setan, yang notabene juga
percaya kepada Tuhan.

Lucu ya, kita dengan gampang sekali mengirim dan
memforward lelucon-lelucon sekejab tersebar luas bagai
api, tetapi jika mengenai Tuhan, kita berpikir beratus
kali sebelum menekan tombol send.

Lucu ya, pembicaraan-pembicaraan mengenai hal-hal yang
vulgar, kasar, keras, jorok, begitu mudah tersebar
terbuka di cyberspace, tetapi diskusi mengenai Jesus
sangat dibatasi, bahkan di sekolah maupun di tempat
kerja.

Lucu ya, kita bisa begitu bersemangat dan berapi-api
memuliakan Tuhan pada hari Minggu, Tetapi pada
hari-hari kerja kita menjadi pengikut Kristus yang
tersembunyi.

Lucu ya, ketika hendak memforward mail inipun, kita
akan menyeleksi lagi mailing-list kita, Karena takut
dan tidak yakin akan reaksi teman-teman kita.

Lucu ya, kita sibuk memikirkan apa nanti reaksi orang,
tapi kita lupa memikirkan apa yang Tuhan pikirkan
tentang kita.

Lucu ya….

think about it =)

TATAPAN PENUH CINTA

Tuesday, August 22nd, 2006

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang
tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat
itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari
seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan
gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia
sedang
tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan
tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa
badan
yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa
rambut-
rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat
di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah rela melakukan apa
saja
asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm…kulitnya mulai
keriput dan
tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar
karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari
mengurus
kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
mengomeli
kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu
sering
kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami,
Istri,
Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya. Rasakanlah sensasi yang timbul
sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat
menatap wajah lugu  yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang
mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang
telah
dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang
kadang
tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selau saja
nampak
besar. Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak
lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang
kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah
ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata : "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu?
Untuk
siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras
mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan
sahabat
yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah
kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan
seketika
membuncah jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan
terjadi
jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka
matanya, selamanya

hISTORY of Tumpaan

Sunday, August 13th, 2006

                          Sejarah Desa Tumpaan

  Desa Tumpaan terletak didataran rendah dekat pesisir pantai Teluk Amurang,Minahasa Selatan Sulawesi Utara. Kira2 65 km dari kota Manado.
Ada tiga sungai yang mengapit desa Tumpaan, sungai Walaimbang sebelah Timur dan Sungai Sosogian sebelah Selatan dan sunagi Ranotuana sebelah Utara.
Nama desa Tumpaan dari segi etimologinya berasal dari kata Pakatumpaan dari bahasa Tontemboan, yang artinya “Tempat dimana orang yang dari gunung turun”
Dikisahkan pada sekitar tahun 1450 datanglah orang2 dari pegunungan  Soputan yaitu antara Tombasian Atas atau “Tou in Wasian” dan Ranolambot.
Penduduk dari kedua desa ini mempunyai hubungan yang baik, karena mereka sama2 meyakini “Dotu Karengis” sebagi seorang gagah pembrani yang dapat memimpin mereka dari segala tantangan,baik binatang buas maupun orang2 Mindanau yang datang berniaga tapi menghalau penduduk Minahasa. Mereka datang dari sebelah utara sebagai Bajak Laut dan ingin merebut tanah Minahasa.
Kemudian penduduk yang tinggal antara Tou in Wasian dan Ranolambot ini sepakat untuk mencari pemukiman baru karena merasa kehidupan dipegunungan tidak begitu lumayan, dan mereka dibawah pimpinan sang Dotu Karengis menuju kepemukiman Pakatumpaan.
Suatu ketika Dotu Karengis sedang mengejar orang Mindanao,tibalah ia disatu tanah/dataran yang luas dan timbulah keinginannya untuk bermukim diisana. Jadi Dotu Karengislah yang pertama menemukan dataran itu.
Dikisahkan tentang keperkasaan Dotu Karengis dimana saat berkunjung ketempat pemukiman orang Tuud in Wasian ,tiba2 ia diserang oleh orang2 Mindanau.Penduduk pemukiman Tuud in Wasian tdk megitu mengenal Dotu Karengis,oleh karena itu mereka kurang yakin apabila Dotu Karengis dapat membantu mereka mengalahkan orang2 Mindanao. Terpaksa mereka meninggalkan pemukiman mereka dan lari kepegunungan.Malahan sebaliknya tou Tuud in Wasian agak curiga bahwa Dotu Karengis adalah salah seorang dari suku Mindanao yang diberi tugas sebagai mata mata atau pengintai.
Peristiwa ini sangat menyinggung hati Dotu Karengis namun tidak menimbulkan dendan terhadap tou Tuud in Wasian.
Selanjutnya kepada orang pemukiman Patumpaan dianjurkan untuk bersahabat baik dengan Tou Tuud in Waisan. 
Untuk membuktikan bahwa Dotu Karengis bukanlah pengintai orang Mindanao sebagaimana dugaan pemukiman Tou Tuud in Wasian,maka Dotu Karengis memanggil 6 orang terkuat diantara orang pemukiman Patumpaan ll;u mereka berperang mengusir orang2 Mindanao. Banyak orang Mindanao yang korban,sedangkan sebagiannya lari kearah tepi pantai dan melarikan diri dengan perahu layarnya.Dotu Karengis mengajak teman-temannya segera pulang dan singgah di tempat tinggalnya.Keenam teman itu membuat suatu pernyataan akan hidup dan tak akan berpisah dengan Dotu Karengis. Disitulah awal kepercayaan Tou Tuud in Waisan bahwa Dotu Karengis dapat menjamin keamanan dan kententraman mereka.
Pada umumnya penduduk pemukiman Patumpaan menjadi semakin bertambah saat Tou Tuud in Wasian bergabung dan menetap bersama. Dotu Karengis ditetapkan sebagai pemimpin mereka, dan saat itu pula Dotu Karengis menamakan pemukiman itu PATUMPAAN.
Yang pada umumnya adalah pekerjaan mereka adalah petani.
Namun beberapa saat kemudian mereka berpindah lagi, secara bersamaan menuju tempat pemukiman yang baru meninggalkan pemukiman Patumpaan. Tempat tinggal itu tdk jauh dari pemukiman yang lama,kira2 2km disebelah Timur pemukiman yang lama , yang kemudian diberi nama Tanukota. Sekarang tempat tinggal itu lebih dikenal dengan MAWALE, yang terletak menyusuri sepanjang sungai Sosongian. Kemudian ditempat itu pula datang sejumlah besar orang dari pegunungan dan menentap disana.
Kehidupan orang2 disana suka berpindah pindah, dan terjadilah pemukiman baru yaitu sebelah utara 1 km dari Patumpaan yang kemudian diberi nama TINUNDEK(sekarang dessa Matani). Ditempat pemukiman yang baru ini hasil pertaniannya cukup lumayan. Namun begitu ternyata keadaan kesehatan tak memungkinkan mereka harus bertahan.
Pada pemukiman Tinundek ini, ternyata banyak juga orang dari pegunungan turun kesana mencari nafkah.Diantara rombongan itu diantar oleh 2 orang kuat dan perkasa yaitu Dotu Tangkere dan Dotu Roring.
Rombongan ini datang dari Sumonder lalu bergabung dengan orang Tinundek.
Suatu peristiwa yang tak terlupakan pada tgl 7 April 1574 kedua Dotu yang datangnya dari Sumonder itu mengajak rombongannya berpindah pemukiman. Ajakan itu diterima baik oleh sebagian saja. Malahan ternyata yang ikut berpindah sebagian datang dari Sumonder,sebagian lagi dari pemukiman asli Tinundep.Tetapi kepindahan ini bukan mencari lokasi yang baru tetapi kembali kemukiman yang lama yaitu Patumpaan dan kemudian menetap disana.
Lama kelamaan pemukiman Patumpaan menjadi semakin ramai dan pada akhirnya orang yang menetap di Tinundep pindah lagi dan hidup bersama sama dipemukiman Patumpaan. Semakin ramainya pemukiman Patumpaan,semakin besar pula minat orang2 Mindanao menyerang pemukiman Patumpaan. Namun berkat kerja sama dan keberanian serta ketangkasan ketiga Dotu itu; Dotu Karengis, Dotu Tangkere dan Dotu Roring maka serangan orang 2 Mindanao dapat dilumpuhkan dan dihalau sehingga mereka tak kunjung menyerang lagi. Dan kini orang2 pemukiman Patumpaan hidup tentram dan aman.
Tersebutlah Dotu Roringlah yang Tumanik in doong in Patumpaan. Artinya: DOTU RORING INILAH YANG MENDIRIKAN KAMPUNG PATUMPAAN.
Keramain pemukiman Patumpaan semakinbertambah dan menjadi bandar yang ramai untuk saling beli-membeli,tukar-menukar,menangkap ikan. Yang sebagian dipesisir menjadi nekayan,sebagian lagi menjadi petani,kebun dan sawah.
Setelah didirikannya kampung Patumpaan, maka disatu peristiwa orang2 Patumpaan sepakat mengangkat kepala kampung (TONAAS).Setelah diangkatnya kepala kampung maka sistem perintahan terbentuk dan kehidupan semakin mebaik.
Banyak bangsa asing datang ke Patumpaan diantaranya bangsa Portugis dan Spanyol.(benteng peninggalan Portugis masih terdapat disekitar pesisir pantai Tumpaan sebelah utara,dekat bekas pelelangan ikan)
Selang beberapa tahun bangsa Portugis dan Spanyol menetap di Patumpaan,mereka mengajurkan peduduk Patumpaan untuk menanam kopi.Pekerjaan ini dipimpin langsung oleh kepala kampung/Tonaas. Sebagai lokasi penanaman dipilhlah kebun/tanah ynag terletak disebelah timur kra 3km dari desa Patumpaan,menyusuri sungai Sosongian. Sepeninggal bangsa Spanyol dan Portugis penduduk Patumpaan tak begitu menghiraukan tanaman kopi.Bekas lokasi tanaman kopi itu diberi nama Pakopian. Untuk mengenang sejarah penanaman kopi.
Akhirnya lambat laun penduduk Patumpaan lebih mengenal menamam pohon kelapa.Hingga pohon kelapa menjadi sumber mata pencaharian dan keuangan sampai sekaang
Berdasar hasi8l musyawarah disepaktilah nama desda Pakatumpaan disempurnakan sesuai dengan perkembangan bahasa mnenjadi “TUMPAAN”   peristiwa ini terjadi pada tahun 1800,sedangkan sebutan Tonaas lambat laun hilang setelah semakin terbiasanya penduduk memakai nama hukum tua.

Catatan penulis:
Tulisan ini didapat dari tulisan bapak A.M Kawatu yang pernah menjadi kepala sekolah SD Inpres Tumpaan Satu pada tahun 1988 dengan pengumpul data sdra Yahya Santi guru pembantu Sd Inpres Tumpaan Satu. Saya sendiri mendapatkan salinan ini berkat bpk guru Rumengan.

  Tentang Tari MAENGKET  www.maengket.com

rumah guru MERUNG LANGELO KAIMA

Sunday, August 13th, 2006

Rumah_guru_merung_kaima Ini adalah rumah guru MERUNG namanya pak Carolus. Dia itu guru yang teladan. Bagun sekolah dimana-mana, dipedalaman Kalimantan.di Sangir di Minahasa sambil memboyang ke 14 anaknya.Bayangin..!

Walaupun dia sudah tua ketika itu,dia masih saja membuat sapu ijuk yang panjang dari kelapa, so dia jual didepan rumah mewah salah satu anaknya. Uhh.Orang-orang terpaksa beli, eh bukan karena kagum ama dia, tapi sapunya paling rapi dan kokoh sekampung.

Dia pernah bilang "Kamu takut sama Tuhan atau takut sama hukuman Tuhan yaitu neraka?Aku bingung. " Kalo kamu takut sama neraka, berarti kamu tidak takut sama Tuhan,sia sia."

Dan ketika aku kecil   dia suka bilang kepada ku "ini anak rinda"

Ya ya dia my grand pa

Ia tak pernah melewatkan satu pertandinganpun

Sunday, August 6th, 2006

Ini adalah kisah tentang seorang anak lelaki yang selalu berada di kursi cadangan dalam setiap pertandingan. Meskipun begitu,ayahnya tak pernah melewatkan satu pertandingan pun. Setelah kematian ayahnya, dengan aliran airmata bercucuran anak itu berkata,"Pak Pelatih, berikan saya kesempatan malam ini. Saya ingin mempersembahkan pertandingan ini buat ayah saya"

Sang pelatih setuju, karena tahu ayah anak ini tidak pernah melewatkan satu pertandinganpun. Penampilan anak muda malam itu mengherankan sang pelatih. Ketika di tanya tentang prestasinya yang luar biasa itu, ia menjawab," Pak, saya bermain dalam pertandingan ini buat Ayah saya. Ayah saya tidak pernah melewatkan satu pertandinganpun, tetapi ia tak pernah melihat saya bermain - sampai malam ini?!

Bapak tahu’kan, kalau Ayah saya buta.

                                                                                frm "embun bagi jiwa"

                                                                                     www.glorianet.org

LITTLE HOUSE IN KEBUN

Sunday, August 6th, 2006

Rumah_sabuah_minahasa Rumah ini tempat mengaso sementara petani dari kepenatan, biasanya 1-3 hari.

Foto ini diambil dekat kampung antara Sulu dan Senduk.

Asik lho tidur malam dengerin jangkrik sayang dekat jalan…

my white @ midtones angel

Saturday, August 5th, 2006

angel but i hate herLe_femme_sammy_psd_copy_copy

like an angel..true love,true love,oh no,no. bo

yah dia tuh baek..

tapi misteriusnya setengah mati.